Senin, 09 Mei 2011

"Cairo" Salah Satu Anggota Tim Pembunuh Osama Bin Laden


Seluruh anggota tim penyergap Osama bin Laden dirahasiakan identitasnya. Namun satu nama terungkap, yakni Cairo. Siapa dia?

Cairo ternyata seekor anjing yang ikut membantu rekan-rekan manusia di tim Navy SEAL saat menyergap kediaman Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan.

“Tugas Cairo adalah memperingatkan timnya saat ada ancaman tak terlihat,” ujar seorang pejabat AS yang tak ingin namanya disebutkan.

Cairo dalah satu-satunya nama anggota tim yang terungkap. Sementara nama dan foto 24 anggota tim lainnya akan tetap dirahasiakan untuk alasan keamanan.
READ MORE - "Cairo" Salah Satu Anggota Tim Pembunuh Osama Bin Laden

Minggu, 08 Mei 2011

Ibu Bunuh Bayi Kandungnya Demi Selamatkan Ribuan Jiwa

Terowongan bawah tanah di desa Cu Chi kini lebih dikenal sebagai tempat wisata sejarah yang menarik dan menantang. Namun, lorong bawah yang menjadi basis perjuangan milisi Vietcong dalam perang melawan Amerika Serikat (1959-1975) menyimpan sejumlah cerita kelam. “Banyak turis yang lebih mengagumi kisah heroik para pejuang Vietcong bersama dengan pasukan Vietnam dalam berperang melawan Prancis dan Amerika yang membantu Vietnam Selatan. Namun, ada sejumlah kenangan pahit dan penderita yang dirasakan sekitar 10 ribu pejuang dan warga yang harus berpuluh tahun tinggal di lorong sempit dan gelap,” kata Nhi Nguyen, seorang pemandu wisata di Kota Ho Chi Minh.

Satu kisah yang menyayat adalah pengorbanan seorang ibu bermarga Le yang terpaksa membunuh seorang anaknya yang baru lahir demi menyelamatkan nasib banyak orang di lorong bawah tanah. Nhi tidak tahu persis kapan kisah ini terjadi, tetapi peristiwa itu berlangsung saat Vietnam berperang melawan Amerika.

“Zaman perang, pemerintah meminta perempuan tidak berhubungan intim dengan pasangannya selama tinggal di terowongan. Namun, seorang perempuan simpatisan Vietcong waktu itu ternyata sudah mengandung,” kata Nhi saat mengantar para turis asal Indonesia dari Kota Ho Chi Minh-populer disebut Saigon-menuju terowongan di desa Cu Chi, yang memakan waktu tempuh lebih dari dua jam.

“Ibu itu terpaksa melahirkan di ruang bawah tanah. Namun, selayaknya bayi yang baru lahir, anak malang itu menangis kencang. Ini sangat berbahaya,” kata Nhi.

“Padahal tangis bayi itu bisa terdengar di atas permukaan tanah. Ini berisiko membuat pasukan Amerika mengetahui dan menyerang terowongan,” lanjut guide yang cukup lancar berbahasa Indonesia itu.

Maka, ibu itu tidak ada cara lain menghentikan tangis anaknya selain membunuhnya. “Hidung bayi itu terus dia bekap sampai putranya tak bergerak lagi,” ujar Nhi.

Bagi para komandan dan pejuang Vietcong, langkah ibu Le merupakan tindakan heroik karena bisa menyelamatkan banyak jiwa dari serangan bom artileri dan pesawat tempur Amerika ke terowongan Chu Ci. Namun, perempuan itu menjadi sangat terpukul dan akibatnya fatal.

“Dia merasa sangat kehilangan atas kepergian putranya yang terpaksa dibunuh. Maka, setelah Vietnam bersatu dan merdeka pada 1975, ibu itu jiwanya terganggu lalu bunuh diri,” kata Nhi yang terbawa oleh kisah itu hingga sempat berurai air mata.

Bosnya, Hung Tran, mengungkapkan bahwa kisah itu kini selalu diutarakan para pemandu wisata setiap kali mereka mengantar para turis ke terowongan Cu Chi.

“Masih banyak lagi kisah yang menggambarkan pengorbanan para warga bawah tanah. Banyak di antara mereka yang mati akibat sanitasi buruk dan wabah penyakit. Belum lagi, terkena gigitan binatang dan serangga beracun yang hidup di bawah tanah,” kata Hung.

Selain itu, para warga juga terpaksa menggali terowongan baru yang lebih dalam untuk mencari sumber mata air. “Tindakan itu terpaksa mereka lakukan setelah Amerika merusak sungai Saigon dengan bom Napalm yang mencemari air,” kata Hung.
READ MORE - Ibu Bunuh Bayi Kandungnya Demi Selamatkan Ribuan Jiwa

Sabtu, 07 Mei 2011




Mahkamah Agung Brasil memutuskan bahwa pasangan homoseksual memiliki hak-hak yang sama dengan pasangan heteroseksual.
Keputusan ini disepakati diambil para hakim agung dengan 10 suara setuju dan tidak ada suara yang menentang. Satu orang abstain.
Putusan ini akan memberikan hak keuangan dan kemasyarakatan kepada pasangan homoseksual yang "permanen" sama seperti hubungan heteroseksual.
Brasil adalah negara dengan penduduk penganut Katolik Roma terbesar dunia yang diperkirakan memiliki 60 ribu pasangan gay.
Keputusan ini menjadikan Brasil satu dari sejumlah negara Amerika Selatan, selain Argentina dan Uruguay, yang mengizinkan pasangan gay menerima kemudahan yang sama dengan pasangan heteroseksual menikah.
"Kebebasan seks pribadi adalah bagian dari kebebasan menyatakan pendapat individual," kata Hakim Carlos Ayres Britto.
Pegiat gay menyambut baik keputusan dengan menyatakannya sebagai "hari bersejarah" negaranya.
"Tingkat peradaban suatu negara dapat diukur dari cara masyarakat memperlakukan masyarakat homoseksual," kata Claudio Nascimento, pimpinan Dewan Gay, Lesbian dan Transeksual Rio de Janeiro seperti dikutip koran Brasil O Globo.
Mulai sekarang pasangan sesama jenis dapat mendaftar pernikahan di catatan sipil dan mendapatkan hak warisan dan pensiun sama seperti pasangan heteroseksual.
Tetapi keputusan ini tidak mengakui pernikahan gay yang dapat melibatkan upacara di depan umum atau keagamaan.
READ MORE -