Tampilkan postingan dengan label Anak Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2011

Pose Bocah Vietnam Korban AO Rebut Hadiah UNICEF


Nguyen Thi Ly, 9, who suffers from Agent Orange disabilities in Da Nang, Vietnam, was captured by Ed Kashi, USA, VII Photo Agency, won 2nd Prize Singles Contemporary Issues
Nguyen Thi Ly, 9, who suffers from Agent Orange disabilities in Da Nang, Vietnam, was captured by Ed Kashi, USA, VII Photo Agency, won 2nd Prize Singles Contemporary Issues
Seorang fotografer Amerika Ed Kashi memenangkan hadiah pertama pada UNICEF “Photo of the Year” dengan mengambil fokus foto seorang gadis Vietnam Agen Oranye dari Da Nang korban Agent Orange (AO). Dalam foto yang bertema “Agent Orange Enduring Legacy”, terlihat Nguyen Thi Ly bocah perempuan berusia 9 Tahun, berdiri dengan wajah cacat akibat bahan kimia beracun.
“Pencahayaan foto ini sangat baik, bahkan mampu menampilkan sisi gelap, dimana mencerminkan keinginan seorang gadis cacat untuk hidup normal,” kata seorang perwakilan UNICEF.
Pengambilan foto pada Juli 2010 ini, merupakan penggambaran sebuah konsekuensi Perang Vietnam yang berakhir 35 tahun yang lalu.
Vietnam memiliki tiga juta warga yang diperkirakan menjadi korban AO. Lebih dari 7,5 juta liter dari zat kimia penggundul hutan, yang berisi zat DIOXIN yang mematikan, disemprotkan di Vietnam antara 1961 dan 1971 oleh tentara AS. (meiyer)


http://d1.stern.de/bilder/stern_5/fotografie/2010/KW50/unicef_foto_des_jahres_2010_kashi/unicef_foto_des_jahres_2010_2_maxsize_735_490.jpg



Sumber : http://www.klikunic.com/2011/08/pose-bocah-vietnam-korban-ao-rebut.html#ixzz1VegmniLf
READ MORE - Pose Bocah Vietnam Korban AO Rebut Hadiah UNICEF

Jumat, 29 Juli 2011

6 Anak yang Dibesarkan Oleh Hewan

Anda tentu ingat tentang kisah seorang anak yang dibesarkan oleh kumpulan monyet, yup itulah Tarzan, rupanya bukan cerita omong kosong belaka hewan memelihara anak manusia hingga akhirnya berubah seperti mereka, dibawah ini adalah sedikit kisah menakjubkan dari manusia yang di besarkan oleh hewan!

Gazelle Boy


Spoiler:


Pada tahun 1960, antropolog Spanyol Jean-Claude Auger menerima laporan dari nomads di gurunSahara bahwa ada seorang anak telah berjalan bebas di gurun. Ia pergi untuk melakukan investigasi, dan tentu saja, ia melihat seorang anak laki-laki bersama sekumpulan gazelles ( Kijang Gurun).
Antropolog tersebut kemudian memperhatikan anak tersebut, dan betapa kagetnya ia ketika melihat anak tersebut berkomunikasi dengan kawanan hewan tersebut sambil memakan akar-akaran, kadal, dan cacing .
Auger kembali dua tahun kemudian dengan tentara Spanyol untuk menangkap anak tersebut. Tetapi ketika mereka mencoba untuk mengejar,Jeep yang ditumpanginya terbalik. Tahun 1966,
Auger membuat satu upaya terakhir untuk menangkap anak dengan helikopter dan jaring, tetapi juga tidak berhasil menagkap anak tersebut.

John Ssbunya

Pada tahun 1988,anak laki-laki berumur 4 tahun bernama John Ssebunya melihat ayahnya menembak dan membunuh ibunya. Takut akan hidupnya, Yohanes berlari ke dalam hutan di negara Uganda dan bergabung dengan kumpulan Monyet penghuni hutan tersebut, salah satu dari beberapa binatang menyusui lainnya menerima anak tersebut menjadi bagian dari kelompoknya.
Ketika Yohanes ditemukan lebih dari satu tahun kemudian, ia mempunyai rambut tebal meliputi tubuhnya, dia berjalan berlutut dan menekuk jari tangannya, dan dia tidak bisa memakan makanan yang dimasak.
Namun setelah diadopsi sebuah panti asuhan Kristen di kota Masaka, sisi kemanusiaannya mulai terlihat. Sekarang ia berumur 24, John telah belajar untuk berbicara dan berjalan tegak lurus. Ia bahkan memutar musik dan gitar. Dan pada tahun 1999, dia bepergian ke Eropa dengan dari Afrika dengan anak-anak paduan suara. (Foto: BBC - Anak Wolves’ Busana)

Ivan Mishukov

Pada tahun 1996, 4 tahun Ivan Mishukov berlari jauh dari orang tua untuk menjadi salah satu dari 2 juta anak-anak tuna wisma hidup di jalanan di Rusia.
Setelah hidup terlunta-lunta dijalanan kota Moscow, akhirnya ia bergabung dengan kumuplan anjing jalanan untuk mencari makanan dan perlindungan di dinginya langit malam kota Moscow, dan menjadikan dia pemimpin mereka.Dua tahun kemudian, polisi menangkap anak tersebut di belakang dapur di sebuah restoran, ketika sedang mengais sisa sisa makanan, kemudian ia dibawa kesebuah panti sosial dan dengan cepat untuk menyesuaikan dengan kehidupan dunia manusia. Sekarang, Ivan hidup dengan normal , walaupun dia masih mimpi tentang anjing. (Foto: Marcianitos Verdes)

Victor

Ditemukan anak 12 tahun bernama Victor muncul dari kayu di Aveyron, Perancis, ia tidak dapat berbicara, makan daging mentah, dan banyak cakaran diseluruh tubuhnya.
kejadian tersebut terjadi tahun 1799, dan Victor segera menemukan dirinya di tengah perdebatan filosofis dari alam sekitar manusia. Adalah manusia dilahirkan baik, hanya akan rusak oleh masyarakat? Atau dia dilahirkan egois dan kejam, dalam kebutuhan masyarakat?
Seorang dokter bernama Jean Itard dikhususkan untuk menganalisa Victor, percaya bahwa jika ia dapat mengajarinya untuk dapat berbicara bahasa manusia dan menunjukkan rasa kasih sayang, ia dapat membuktikan, bahwa jauh dari pendidikan dapat menimbulkan sisi binatang kita semua. Sayangnya untuk Itard, Victor tidak pernah membuat banyak kemajuan.

Misha

Pada tahun 1997, seorang wanita bernama Monique “Misha” Defonesca mempublikasikan kisah hidupnya tentang Holocaust. Menurut buku nya, Nazi telah membunuh orang tuanya di Brussels ketika dia hanya berusia 7 tahun. langsung saja, ia hanya sebatang kara Misha melewati daratan eropa sendirian dengan sepasang serigala yang menemaninya selama berbulan-bulan, mungkin tahun.akhirnya tibalah ia di Ukraina.
Cerita sebuah kisah hidup yang menakjubkan, koran Belgia mewawancarainya dan memberitakan rincian dan menemukan bahwa Misha’s nama sebenarnya adalah Monique De
Waal. Meskipun orang tuanya meninggal dalam perang, ia akhirnya dirawat oleh kakenya. Misha kemudian datang dengan bersih dan menjelaskan ke pers Belgia cerita “kenyataan” dan “jalan hidup”.

Amala & Kemala

Dua remaja putri ditemukan di dekat Calcutta 1926 oleh Wahyu Yusuf Singh, seorang pendeta lokal di panti asuhan. Singh menulis dalam buku harian bahwa mereka telah lama mempunya gigi yang aneh dan benci kepada matahari, melolongi bulan, makan dari mangkuk di atas tanah, dan melihat dengan jelas di dalam gelap. Ia mencoba untuk membudayakan kehidupan bersosialisasi Amala dan Kamala, tapi tidak dapat.

Sumber
READ MORE - 6 Anak yang Dibesarkan Oleh Hewan

Rabu, 27 Juli 2011

Waspada Anak Sering Ngompol! Mungkin Ini Gejala Diabetes

Dunia-Unik.com - Waspada Anak Sering Ngompol! Mungkin Ini Gejala Diabetes.Jangan sepelekan kebiasaan mengompol anak. Sering mengompol tetapi banyak minum bisa menjadi gejala awal diabetes melitus pada anak.
http://l1.yimg.com/a/i/sea/id/08/cryingbaby_392.jpg
Mengompol bukan sekedar faktor anak malas berkemih sebelum tidur atau kelelahan setelah seharian beraktivitas. Mengompol juga dianggap sebagai penanda adanya penyakit diabetes pada anak, yakni diabetes melitus (DM) tipe 1.
Ketua Perhimpunan Ahli Endokrinologi Anak Pasifik dr. Aman Bhakti Pulungan,SpA menyebutkan bahwa anak yang sering minum tapi juga sering mengompol adalah gejala awal DM tipe 1.
Selain itu, mudah lapar dan cepat lelah merupakan gejala lainnya. Anak yang menderita DM tipe 1 mengonsumsi banyak makanan, namun tidak diiringi dengan peningkatan berat badan.
Malah sebaliknya, berat badan akan terus menurun secara bertahap tanpa sebab yang jelas walaupun makanan yang dikonsumsi melebihi ukuran rata-rata konsumsi setiap harinya.
Anak dengan DM tipe 1 yang mengalami komplikasi dapat memiliki gejala yang mirip dengan usus buntu seperti sakit perut, muntah,kesadaran menurun atau koma, dan lain sebagainya.
"Masyarakat dihimbau untuk waspada terutama bagi orangtua yang anaknya menunjukkan gejala-gejala seperti diatas, ditambah sesak napas, nafas anak berbau asam/aseton, adanya infeksi jamur pada kulit, penglihatan kabur, muntah atau sakitperut," paparnya.
Jika ditemukan gejala demikian, sangat disarankan untuk segera mencari ahli kesehatan dan cek gula darah. Jika terlambat bisa menyebabkan kematian.
"Waspadalah gejala DM tipe 1 yang tidak muncul tiba-tiba, pengobatan sesegera mungkin dapat menurunkan risiko kecacatan dan kematian," imbuhnya
Sumber : http://id.berita.yahoo.com/waspada-anak-sering-ngompol-mungkin-ini-gejala-diabetes-002958666.html

READ MORE - Waspada Anak Sering Ngompol! Mungkin Ini Gejala Diabetes

Selasa, 19 Juli 2011

Bocah 5 Tahun Dilatih Jadi Pasukan Teror Al Qaeda

Kelompok militan Taliban tak henti-hentinya mengatur cara baru dalam melakukan perlawanan terhadap pasukan koalisi asing di Afghanistan. Mereka dikabarkan melatih bocah berusia lima tahun menjadi martir untuk Al Qaeda.

Wajah bocah polos di Afghanistan, yang tidak mengerti arti sesungguhnya perpolitikan dunia, berubah menjadi sangar saat mereka memegang senapan buru sergap AK-47. Mereka diyakini dilatih untuk maju ke medan perang, bahkan disaat dirinya belum terlalu kuat memegang senjata. Demikian diberitakan Daily Mail, Senin (11/7/2011).


Bocah dijadikan pasukan terorTaliban (Foto: Daily Mail)
Dalam rekaman video yang diperoleh oleh Pasukan Inggris yang bertugas di Afghanistan, tampak bocah yang sebagian besar berusia lima tahun sedang latihan tembak dengan sasaran tembak tidak jauh dari mereka.

Mengejutkan melihat bocah yang seharusnya bermain dengan teman-temannya, justru berlatih untuk menjadi martir di sebuah kamp rahasia milik kelompok jaringan teroris Al Qaeda. Selain dilatih menembak, mereka juga dilatih untuk meledakan bangunan dengan bom serta merakit bom pinggir jalan.

Seorang komandan pasukan ini mengatakan bahwa Taliban makin deras merekrut anak kecil sebagai pelaku bom bunuh diri. Anak-anak ini juga sering dijadikan tameng hidup saat pertempuran terjadi antara Taliban dengan pasukan koalisi asing dan pasukan keamanan Afghanistan.

Militan Taliban melatih ratusan anak-anak ini menjadi pembunuh. Mereka pun menjalani pelatihan intensif di Waziristan Utara, Pakistan sebelum akhirnya dikirim ke perbatasan Afghanistan, untuk menghadapi pasukan koalisi.

Sebagian besar anak-anak ini berasal dari etnis Uighur China, yang lari dari Negeri Tirai Bambu tersebut untuk menetap di Pakistan dan Afghanistan.

Perekrutan pasukan anak-anak bukanlah hal baru dilakukan oleh Taliban. Sebelumnya Intelijen Afghanistan membeberkan kesaksian seorang anak laki-laki mengenai apa yang didoktrinkan Taliban kepadanya. Bocah itu mengaku bahwa dirinya akan menjadi pelaku bom bubuh diri.

Para pejabat intelijen Afghanistan mengatakan Taliban telah mengubah target sasaran mereka menjadi anak laki-laki muda, karena mereka lebih mudah didoktrin daripada orang dewasa. Para bocah juga lebih mudah percaya apa yang anggota Taliban katakan.

Namun, Taliban menyangkal tuduhan itu. Juru bicara Taliban Qari Yousef Ahmadi mengatakan, jika menggunakan anak-anak di bawah usia dan mereka tinggal di pusat-pusat militer, maka itu termasuk dalam pelanggaran kode etik.

Bulan lalu, seorang gadis kecil berusia delapan tahun tewas akibat bom di dalam tas yang dibawanya meledak. bocah perempuan tersebut sengaja dijadikan kurir oleh kelompok pria yang diduga anggota militan Taliban.

Saat itu, bocah tersebut bermaksud memberikan tas berisi bom itu ke polisi di Uruzgan, Afghanistan. Namun, upaya penyerangan itu gagal menewaskan para anggota kepolisian yang menjadi target. Alhasil, hanya bocah perempuan malang tersebut yang tewas akibat bom yang dia bawa

Sumber
READ MORE - Bocah 5 Tahun Dilatih Jadi Pasukan Teror Al Qaeda